Minggu, 30 Maret 2014

SOSIALISASI TB DI KEC. SUSUKAN

SOSIALISASI TB DI KEC. SUSUKAN
Selasa, 12 November 2013, meski pagi itu mendung tapi tidak mengurangi semangat ibu-ibu muslimat NU, remaja-remaja putri Fatayat NU  dan para pelajar putri NU Anak Cabang Kec. Susukan untuk menyemarakkan kegiatan rutin bulanan yang bertempat di Masjid Al Mujahiriyah Ds. Bojongkulon Blok Marageni Kec . Susukan.
Diawali dengan acara sema’an al Qur’an yang dipimpin oleh Ang Oom (OOM Qomariyah) pimpinan jam’iyah Tahfidzul Qur’an Ds. Kedongdong acara ini berjalan dengan penuh khidmat dan kekhusyuan, apalagi dipadu dengan suara merdu para hafidzot dalam suasana langit yang sedang mendung membuat suasana semakin khusyu.
Dilanjutkan dengan bacaan al Barzanji dan Marhaban yang dipimpin oleh Ketua Muslimat NU ANCAB Kec. Susukan, Ibu Hj. Mutmainnah, para ibu-ibu dan remaja putri sangat kompak melantunkan sholawat atas Nabi, susana semakin meriah saat ibu-ibu dari berbagai desa se-kecamatan Susukan mulai hadir, dari Ds. Tangkil, Ds. Wiyong, Ds. Gintunglor, Ds. Kedongdong, Ds. Bojongkulon, Ds. Susukan, Ds. Bunder, Ds Jatianom, Ds. Jatipura, Ds. Jatianom, Ds. Ujunggebang, Ds. Luwungkencana    dan dua Blok pecantilan, yaitu Ds. Bojongkulon Marageni dan Ds. Susukan Kayen. Sekitar 1000 an ibu-ibu dan remaja-remaja puteri hadir memenuhi Masid Al Mujahiriyah, Marageni turut menyemarakkan acara rutin Muslimatan.
Marhabanan selesai, acara berikutnya pengajian umum. Dengan dimoderatori oleh Sekretaris Muslimat NU Ancab Kec. Susukan, Ibu Hj. Aisyah, Ds. Bunder, acara diawali dengan pembukaan, sholawat, sambutan-sambutan, sambutan kepala desa Ds. Bojongkulon, sambutan DKM Masjid Al Mujahiriyah, Marageni, sambutan ketua Muslimat NU, dan dilanjutkan dengan acara inti, yakni sosialisasi TB oleh Korkab CEPAT LKNU Kab. Cirebon, Ajat Sudrajat dan Pengajian Umum oleh Nyai Hajjah Fatmah, dari Pasawahan.
Dalam sosialisasinya Korkab menyampaikan bahwa salah satu prifalensi TB terbanyak di Kabupaten Cirebon Setelah Kecamatan Talun dan Kecamatan Astana Japura adalah Kecamatan Susukan, “oleh karena itu, mari kita sama-sama mebantu memberantas TB, khususnya di Marageni, umumnya di Kecamatan Susukan dengan memberi  pengetahuan TB  kepada orang-orang sekeliling kita dan menginformasikan secepatnya kepada kader TB bilamana ada tetangga, saudara teman-teman yang memiliki gejala-gejala TB yang sudah disampaikan tadi” lanjut korkab yang didampingi oleh faskom-faskom  dan bebarapa kader Kec. Susukan setelah menjelaskan detail tentang gejala-gejala TB.
Sosialisasi TB disambut baik oleh Bapak Kepala Ds. Bojongkulon, Ketua Muslimat NU, Ketua Fatayat NU dan segenap warga Muslimat-Fatayat NU se-Kecamatan Susukan, mereka antusias menyimak paparan yang disampaikan Kordinator Kabupaten CEPAT LKNU Kabupaten Cirebon. “Saya sangat senang dengan kehadiran LKNU dengan program yang semacam ini (pendampingan dan pengobatan TB) di desa kami” ujar Kuwu Desa Bojongkulon.  “saya berharap ada kerjasama yang lebih intens antara Banom-banom NU dan lembaga-lembaga NU termasuk LKNU yang sekarang punya program CEPAT LKNU” komentar Ibu Hj. Mutmainnah, ketua muslimat NU Kec. Susukan.
Selanjutnya mauidzoh hasanah, Ibu Hj. Fatmah menyampaikan pentingnya bulan Muharram, makna hijrah yang sebenarnya. Dan ditutup dengan do’a.

CATATAN AWAL GERAKAN CEPAT LKNU KAB. CIREBON


CATATAN AWAL GERAKAN CEPAT LKNU KAB. CIREBON
pada hari, senin, 17 Juni 2013 para kader PKM Susukan telah berkunjung ke Puskesmas bertemu langsung dengan petugas LAB mewakili sebagai programmer TB di PKM Susukan, semoga terjalin kerjasama yang baik …
Hadir dalam pertemuan itu, Ibu Apiyah sebagai kader TB Wilayah Bojongkulon dan Kejiwan, Ibu Endawaati sebagai kader TB wilayah Tangkil dan Wiyong, dan Ibu Mutoharoh sebagai kader wilayah Gintunglor dan Kedongdong. Didampingi Fasilitator Komunitas Amrun, mereka antusias menyimak pemaparan dari Didi Djunaidi, sebagai wakil programmer TB PKM Susukan.
Pertemuan kali ini membahas tentang alur penanganan TB, penanganan TB pada kasus khusus (+ 2 dan MDR), dan fee buat para kaader yang mengantar suspek TB dengan prosentasi per sepuluh. “Pasien setidak-tidaknya menjalani pengobatan selama 2 bulan, setelah itu kembali diperiksa dahaknya, jika belum negative atau dia masih positif, melakukan pengulangan pengobatan, jika tetap masih positif, berarti dia meningkat ‘pangkat’nya, menjadi positif 2, pengobatannya berbeda, ini pada bulan ke 4 dan pengobatannya berbeda, jika 2 bulan berikutnya ternyata positif, dia dinyatakan TB MDR” papar Didi Djunaedy. “kader yang mengantarkan suspek TB (positif maupun negatif), dapat fee 3.000/pasien” tambahnya.
Yang paling mengesankan dari pertemuan ini bagi faskom adalah penghormatan programmer TB dengan para kader. Beliau dengaan sangat cekatan mencarikan tempat duduk, mecarikan minuman dan mengajak obrolan dengan sangat ramah. Allahu Yarham. Amien.
Cirebon, 17 Juni 2013

Kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi bersama ibu-ibu PKK di kediaman Kuwu Luwungkencana Susukan Cirebon. Hadir dalam kegiatan tersebut segenap istri-istri kepala desa se-kecamatan Susukan dan juga istri  camat yang menjabat sebagai ketua TP PKK Kecamatan Susukan.
“kami sangat senang dengan penyuluhan ini, semoga bermanfaat” ujar ibu Camat, yang disusul dengan komentar ibu kuwu yang lain “ko, penyuluh kesehatannya kurus banget” .
“apakah setiap batuk lebih dari dua minggu pasti TB?” Tanya seorang dari audiens. “tidak, bukan semua batuk itu TB akan tetapi berkemungkinan teridap TB, maka untuk lebih detailnya seorang yang memiliki gejala batuk lebih dari dua minggu segera periksa dahaknya di puskesmas” jawab penyuluh.
Cirebon, 17 Juni 2013

  





Sabtu, 22 Maret 2014

1
TUBERCULOSIS (TB)
DALAM PERSPEKTIF NAHDLATUL ULAMA
Oleh: arwani faishal
Pendahuluan
Naskah ini merupakan paparan singkat mengenai Tuberculosis
dalam pandangan Nahdlatul Ulama yang penjelasan serta uraiannya akan
disampaikan secara lisan dalam pertemuan.
Naskah yang singkat ini supaya dapat dijadikan salah satu acuan
oleh warga Nahdlatul Ulama untuk secara aktif meningkatkan
partisipasinya dalam penanggulangan Tuberculosis.
Semoga naskah ini banyak membawa manfaat bagi para pembaca,
umumnya bagi bangsa, dan khususnya bagi warga Nahdlatul Ulama.
A. Mengenal Tuberculosis
Nahdlatul Ulama mengenal dan mengakui Tuberculosis
berdasarkan data-data medis dan bukti-bukti kasus, antara lain :
1. Tuberculosis merupakan penyakit yang mudah menular, dan
mematikan bila tidak segera diobati, disebabkan bakteri
Mycobacterium Tuberculosa.
2. Tuberculosis dapat menyerang setiap bagian tubuh manusia, tetapi
pada umumnya menyerang paru-paru yang disebut TB Pulmoner
atau TB Paru. Sedangkan Tuberculosis yang menyerang selain paruparu
disebut TB Pulmonary atau TB Extra Paru.
3. Tuberkolusis bukan penyakit baru, dan bukan pula penyakit
keturunan, tetapi merupakan penyakit yang sudah diketahui sejak
lama dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat,
teratur dan rutin.
4. Indonesia termasuk peringkat ketiga atau ke empat di dunia, jumlah
tertinggi penderita Tuberculosis.
B. Tuberculosis Dalam Perspektif Nahdlatul Ulama
Berdasarkan syari’at Islam dalam perspektif Nahdlatul Ulama
mengenai Tubercolusis :
2
1. Berdasarkan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW. dapat
disimpulkan, bahwa Tuberculosis sebagai bagian dari penyakit
menular, ganas dan mematikan itu merupakan musibah dari Allah
SWT. bagi ummat manusia. Baik itu sebagai penghapusan dosa,
ujian, maupun siksa. Berbagai kemungkinan itu harus menjadi
pelajaran berharga bagi penderita dan lainnya.
2. Penanggulangan Tuberculosis merupakan bagian dari perhatian
Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah ijtima’iyyah diniyyah.
Hal ini dapat dilihat di antara keputusan Muktamar XXVII di
Asembagus Situbondo mengenai mabadi’ khoiro ummah yang
merupakan penguatan komitmen Nahdlatul Ulama antara lain
dalam berbagai urusan sosial kemasyarakatan termasuk dalam hal
ta’awum (tolong menolong) sebagai wujud kesetia kawanan.
Al-Qur’an al-Karim :
﴿  وتعا  ونوا  عَلى اْلبِر  والت ْ ق  وى  و َ لا تعا  ونوا  عَلى اْلإِْثمِ  واْلع  د  وانِ  واتُقوا اللهَ إِنَّ
( اللهَ  شدِي  د اْلعَِقابِ﴾ (المائدة: ٢
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan
bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-
Nya. (QS. Al-Maidah: 2)
As-Sunnah al-Muthahharah :
قَ ا لَ ر س و ُ ل ا لله صلى الله عليه وسلم: ( و ا لله ف ي ع و ن ا لْ ع  ب دِ م ا كَ ا َ ن ا لْ  ع  ب  د ف ى
ع و ن أَ خ ي ه ) رواه مسلم عن أبي هريرة
Rasulullah SAW. bersabda: Allah selalu menolong hamba-Nya selagi
hamba-Nya itu selalu menolong saudaranya (sesama muslim). (HR.
Muslim dari Abu Hurairah ra.).
3. Tuberculosis sebagai bagian dari penyakit menular, ganas dan
mematikan itu wajib ditanggulangi. Adapun penanggulangannya
melalui pengobatan dan pencegahan faktor-faktor penyebab
penularan.
3
Al-Qur’an al-Karim :
﴿ و أَ ن ف قُ و ا ف ي س ب ي ل ا لله و لاَ ت لْ قُ و ا ب أَ  ي دِ ي ُ ك  م إ لَ ى ا ل ت ه ُل َ ك ةِ و أَ ح س ن و ا إ نَّ ا لله  ي ح  ب
. ا لْ م ح س نِ  ين ﴾ البقرة: ١٩٥
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu
mencampakkan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena
sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-
Baqarah: 195)
As-Sunnah al-Muthahharah :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ( َ لا ض ر ر و لاَ ض ر ا ر ) رواه ابن ماجه عن
ابن عباس.
Rasulullah SAW. bersabda : “Tidak boleh ada kemudaratan, dan tidak boleh
mendatangkan kemudaratan”. (HR. Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas ra.)
Kaidah Fiqh :
"ا ل ض ر  ر ي ز ا لُ ".
“Kemudaratan itu dibuang / dibersihkan”.
"ا ل د فْ ع أَ قْ و ى م  ن ا ل ر فْ ع "
“Penangkalan itu lebih kuat (manfaatnya) dari pembuangan/pembersihan”.
"ا ل و قَ اَ ي ةُ خ ي ر م  ن اْ ل عِ لاَ ج "
“Pencegahan itu lebih baik dari pengobatan”.
4. Penaggulangan Tuberculosis dilakukan secara kolektif dengan
melibatkan peran masyarakat.
4
قَا َ ل النبِ  ي  صلَّى اللَّه  عَليهِ  و  سلَّ  م: (َأي  ها النا  س  عَلي ُ ك  م بِاْل  ج  ما  عةِ  وإِيا ُ ك  م
 واْلُف  رَقَة) - َث َ لا َ ث مِرارٍ. رواه أحمد عن زكريا بن  س ّ لام.
Nabi SAW. bersabda: “Wahai manusia, laksanakanlah secara berjama’ah
(bergabungan), dan hindarilah perpecahan” - berulang tiga kali. (HR.
Ahmad dari Zakariya ibn Sallam).
Penutup
Paparan singkat naskah mengenai Tuberculosis yang telah dijelaskan
dan diuraikan secukupnya, hendaknya dapat memacu gerakan
penanggulangan Tuberculosis. Hal ini mengingat, bahwa Tuberculosis
merupakan penyakit yang cepat menular, ganas, mematikan, dan semakin
menggejala di berbagai belahan bumi nusantara.
Semoga Allah SWT. memberikan petunjuk, pertolongan serta
perlindungan-Nya kepada kita semua. A_mi_n Ya_ Muji_bas Sa_ili_n.
Jakarta, 1 Juni 2013
arwani faishal