1
TUBERCULOSIS (TB)
DALAM PERSPEKTIF NAHDLATUL ULAMA
Oleh: arwani faishal
Pendahuluan
Naskah ini merupakan paparan singkat mengenai Tuberculosis
dalam pandangan Nahdlatul Ulama yang penjelasan serta uraiannya akan
disampaikan secara lisan dalam pertemuan.
Naskah yang singkat ini supaya dapat dijadikan salah satu acuan
oleh warga Nahdlatul Ulama untuk secara aktif meningkatkan
partisipasinya dalam penanggulangan Tuberculosis.
Semoga naskah ini banyak membawa manfaat bagi para pembaca,
umumnya bagi bangsa, dan khususnya bagi warga Nahdlatul Ulama.
A. Mengenal Tuberculosis
Nahdlatul Ulama mengenal dan mengakui Tuberculosis
berdasarkan data-data medis dan bukti-bukti kasus, antara lain :
1. Tuberculosis merupakan penyakit yang mudah menular, dan
mematikan bila tidak segera diobati, disebabkan bakteri
Mycobacterium Tuberculosa.
2. Tuberculosis dapat menyerang setiap bagian tubuh manusia, tetapi
pada umumnya menyerang paru-paru yang disebut TB Pulmoner
atau TB Paru. Sedangkan Tuberculosis yang menyerang selain paruparu
disebut TB Pulmonary atau TB Extra Paru.
3. Tuberkolusis bukan penyakit baru, dan bukan pula penyakit
keturunan, tetapi merupakan penyakit yang sudah diketahui sejak
lama dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat,
teratur dan rutin.
4. Indonesia termasuk peringkat ketiga atau ke empat di dunia, jumlah
tertinggi penderita Tuberculosis.
B. Tuberculosis Dalam Perspektif Nahdlatul Ulama
Berdasarkan syari’at Islam dalam perspektif Nahdlatul Ulama
mengenai Tubercolusis :
2
1. Berdasarkan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW. dapat
disimpulkan, bahwa Tuberculosis sebagai bagian dari penyakit
menular, ganas dan mematikan itu merupakan musibah dari Allah
SWT. bagi ummat manusia. Baik itu sebagai penghapusan dosa,
ujian, maupun siksa. Berbagai kemungkinan itu harus menjadi
pelajaran berharga bagi penderita dan lainnya.
2. Penanggulangan Tuberculosis merupakan bagian dari perhatian
Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah ijtima’iyyah diniyyah.
Hal ini dapat dilihat di antara keputusan Muktamar XXVII di
Asembagus Situbondo mengenai mabadi’ khoiro ummah yang
merupakan penguatan komitmen Nahdlatul Ulama antara lain
dalam berbagai urusan sosial kemasyarakatan termasuk dalam hal
ta’awum (tolong menolong) sebagai wujud kesetia kawanan.
Al-Qur’an al-Karim :
﴿ وتعا ونوا عَلى اْلبِر والت ْ ق وى و َ لا تعا ونوا عَلى اْلإِْثمِ واْلع د وانِ واتُقوا اللهَ إِنَّ
( اللهَ شدِي د اْلعَِقابِ﴾ (المائدة: ٢
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan
bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-
Nya. (QS. Al-Maidah: 2)
As-Sunnah al-Muthahharah :
قَ ا لَ ر س و ُ ل ا لله صلى الله عليه وسلم: ( و ا لله ف ي ع و ن ا لْ ع ب دِ م ا كَ ا َ ن ا لْ ع ب د ف ى
ع و ن أَ خ ي ه ) رواه مسلم عن أبي هريرة
Rasulullah SAW. bersabda: Allah selalu menolong hamba-Nya selagi
hamba-Nya itu selalu menolong saudaranya (sesama muslim). (HR.
Muslim dari Abu Hurairah ra.).
3. Tuberculosis sebagai bagian dari penyakit menular, ganas dan
mematikan itu wajib ditanggulangi. Adapun penanggulangannya
melalui pengobatan dan pencegahan faktor-faktor penyebab
penularan.
3
Al-Qur’an al-Karim :
﴿ و أَ ن ف قُ و ا ف ي س ب ي ل ا لله و لاَ ت لْ قُ و ا ب أَ ي دِ ي ُ ك م إ لَ ى ا ل ت ه ُل َ ك ةِ و أَ ح س ن و ا إ نَّ ا لله ي ح ب
. ا لْ م ح س نِ ين ﴾ البقرة: ١٩٥
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu
mencampakkan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena
sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-
Baqarah: 195)
As-Sunnah al-Muthahharah :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ( َ لا ض ر ر و لاَ ض ر ا ر ) رواه ابن ماجه عن
ابن عباس.
Rasulullah SAW. bersabda : “Tidak boleh ada kemudaratan, dan tidak boleh
mendatangkan kemudaratan”. (HR. Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas ra.)
Kaidah Fiqh :
"ا ل ض ر ر ي ز ا لُ ".
“Kemudaratan itu dibuang / dibersihkan”.
"ا ل د فْ ع أَ قْ و ى م ن ا ل ر فْ ع "
“Penangkalan itu lebih kuat (manfaatnya) dari pembuangan/pembersihan”.
"ا ل و قَ اَ ي ةُ خ ي ر م ن اْ ل عِ لاَ ج "
“Pencegahan itu lebih baik dari pengobatan”.
4. Penaggulangan Tuberculosis dilakukan secara kolektif dengan
melibatkan peran masyarakat.
4
قَا َ ل النبِ ي صلَّى اللَّه عَليهِ و سلَّ م: (َأي ها النا س عَلي ُ ك م بِاْل ج ما عةِ وإِيا ُ ك م
واْلُف رَقَة) - َث َ لا َ ث مِرارٍ. رواه أحمد عن زكريا بن س ّ لام.
Nabi SAW. bersabda: “Wahai manusia, laksanakanlah secara berjama’ah
(bergabungan), dan hindarilah perpecahan” - berulang tiga kali. (HR.
Ahmad dari Zakariya ibn Sallam).
Penutup
Paparan singkat naskah mengenai Tuberculosis yang telah dijelaskan
dan diuraikan secukupnya, hendaknya dapat memacu gerakan
penanggulangan Tuberculosis. Hal ini mengingat, bahwa Tuberculosis
merupakan penyakit yang cepat menular, ganas, mematikan, dan semakin
menggejala di berbagai belahan bumi nusantara.
Semoga Allah SWT. memberikan petunjuk, pertolongan serta
perlindungan-Nya kepada kita semua. A_mi_n Ya_ Muji_bas Sa_ili_n.
Jakarta, 1 Juni 2013
arwani faishal
TUBERCULOSIS (TB)
DALAM PERSPEKTIF NAHDLATUL ULAMA
Oleh: arwani faishal
Pendahuluan
Naskah ini merupakan paparan singkat mengenai Tuberculosis
dalam pandangan Nahdlatul Ulama yang penjelasan serta uraiannya akan
disampaikan secara lisan dalam pertemuan.
Naskah yang singkat ini supaya dapat dijadikan salah satu acuan
oleh warga Nahdlatul Ulama untuk secara aktif meningkatkan
partisipasinya dalam penanggulangan Tuberculosis.
Semoga naskah ini banyak membawa manfaat bagi para pembaca,
umumnya bagi bangsa, dan khususnya bagi warga Nahdlatul Ulama.
A. Mengenal Tuberculosis
Nahdlatul Ulama mengenal dan mengakui Tuberculosis
berdasarkan data-data medis dan bukti-bukti kasus, antara lain :
1. Tuberculosis merupakan penyakit yang mudah menular, dan
mematikan bila tidak segera diobati, disebabkan bakteri
Mycobacterium Tuberculosa.
2. Tuberculosis dapat menyerang setiap bagian tubuh manusia, tetapi
pada umumnya menyerang paru-paru yang disebut TB Pulmoner
atau TB Paru. Sedangkan Tuberculosis yang menyerang selain paruparu
disebut TB Pulmonary atau TB Extra Paru.
3. Tuberkolusis bukan penyakit baru, dan bukan pula penyakit
keturunan, tetapi merupakan penyakit yang sudah diketahui sejak
lama dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat,
teratur dan rutin.
4. Indonesia termasuk peringkat ketiga atau ke empat di dunia, jumlah
tertinggi penderita Tuberculosis.
B. Tuberculosis Dalam Perspektif Nahdlatul Ulama
Berdasarkan syari’at Islam dalam perspektif Nahdlatul Ulama
mengenai Tubercolusis :
2
1. Berdasarkan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW. dapat
disimpulkan, bahwa Tuberculosis sebagai bagian dari penyakit
menular, ganas dan mematikan itu merupakan musibah dari Allah
SWT. bagi ummat manusia. Baik itu sebagai penghapusan dosa,
ujian, maupun siksa. Berbagai kemungkinan itu harus menjadi
pelajaran berharga bagi penderita dan lainnya.
2. Penanggulangan Tuberculosis merupakan bagian dari perhatian
Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah ijtima’iyyah diniyyah.
Hal ini dapat dilihat di antara keputusan Muktamar XXVII di
Asembagus Situbondo mengenai mabadi’ khoiro ummah yang
merupakan penguatan komitmen Nahdlatul Ulama antara lain
dalam berbagai urusan sosial kemasyarakatan termasuk dalam hal
ta’awum (tolong menolong) sebagai wujud kesetia kawanan.
Al-Qur’an al-Karim :
﴿ وتعا ونوا عَلى اْلبِر والت ْ ق وى و َ لا تعا ونوا عَلى اْلإِْثمِ واْلع د وانِ واتُقوا اللهَ إِنَّ
( اللهَ شدِي د اْلعَِقابِ﴾ (المائدة: ٢
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan
bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-
Nya. (QS. Al-Maidah: 2)
As-Sunnah al-Muthahharah :
قَ ا لَ ر س و ُ ل ا لله صلى الله عليه وسلم: ( و ا لله ف ي ع و ن ا لْ ع ب دِ م ا كَ ا َ ن ا لْ ع ب د ف ى
ع و ن أَ خ ي ه ) رواه مسلم عن أبي هريرة
Rasulullah SAW. bersabda: Allah selalu menolong hamba-Nya selagi
hamba-Nya itu selalu menolong saudaranya (sesama muslim). (HR.
Muslim dari Abu Hurairah ra.).
3. Tuberculosis sebagai bagian dari penyakit menular, ganas dan
mematikan itu wajib ditanggulangi. Adapun penanggulangannya
melalui pengobatan dan pencegahan faktor-faktor penyebab
penularan.
3
Al-Qur’an al-Karim :
﴿ و أَ ن ف قُ و ا ف ي س ب ي ل ا لله و لاَ ت لْ قُ و ا ب أَ ي دِ ي ُ ك م إ لَ ى ا ل ت ه ُل َ ك ةِ و أَ ح س ن و ا إ نَّ ا لله ي ح ب
. ا لْ م ح س نِ ين ﴾ البقرة: ١٩٥
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu
mencampakkan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena
sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-
Baqarah: 195)
As-Sunnah al-Muthahharah :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ( َ لا ض ر ر و لاَ ض ر ا ر ) رواه ابن ماجه عن
ابن عباس.
Rasulullah SAW. bersabda : “Tidak boleh ada kemudaratan, dan tidak boleh
mendatangkan kemudaratan”. (HR. Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas ra.)
Kaidah Fiqh :
"ا ل ض ر ر ي ز ا لُ ".
“Kemudaratan itu dibuang / dibersihkan”.
"ا ل د فْ ع أَ قْ و ى م ن ا ل ر فْ ع "
“Penangkalan itu lebih kuat (manfaatnya) dari pembuangan/pembersihan”.
"ا ل و قَ اَ ي ةُ خ ي ر م ن اْ ل عِ لاَ ج "
“Pencegahan itu lebih baik dari pengobatan”.
4. Penaggulangan Tuberculosis dilakukan secara kolektif dengan
melibatkan peran masyarakat.
4
قَا َ ل النبِ ي صلَّى اللَّه عَليهِ و سلَّ م: (َأي ها النا س عَلي ُ ك م بِاْل ج ما عةِ وإِيا ُ ك م
واْلُف رَقَة) - َث َ لا َ ث مِرارٍ. رواه أحمد عن زكريا بن س ّ لام.
Nabi SAW. bersabda: “Wahai manusia, laksanakanlah secara berjama’ah
(bergabungan), dan hindarilah perpecahan” - berulang tiga kali. (HR.
Ahmad dari Zakariya ibn Sallam).
Penutup
Paparan singkat naskah mengenai Tuberculosis yang telah dijelaskan
dan diuraikan secukupnya, hendaknya dapat memacu gerakan
penanggulangan Tuberculosis. Hal ini mengingat, bahwa Tuberculosis
merupakan penyakit yang cepat menular, ganas, mematikan, dan semakin
menggejala di berbagai belahan bumi nusantara.
Semoga Allah SWT. memberikan petunjuk, pertolongan serta
perlindungan-Nya kepada kita semua. A_mi_n Ya_ Muji_bas Sa_ili_n.
Jakarta, 1 Juni 2013
arwani faishal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar